(Siswa SMAN 1 Adonara Barat, pada saat penutupan Workshop Menulis)
Suatu kebanggaan tersendiri menjadi siswa SMAN 1
Adonara Barat. Selama tiga hari kami diliburkan dari pembelajaran untuk
mengikuti kegiatan Workshop Literasi. Sebuah kegiatan yang tentunya sangat
menyenangkan, karena dihadiri oleh beberapa penulis terkenal di Flores Timur
sebagai pemateri.
Salah satu dari enam narasumber yang cukup membuat
saya termotivasi adalah Pak Maksimus Masan Kian. Seorang guru kampung berkulit
hitam manis, yang saat ini sedang menjabat sebagai ketua umum Asoasiasi Guru
Penulis Indonesia (AGUPENA) Cabang Kabupaten Flores Timur. Ia menjadi pemateri
kedua pada hari kedua, tepatnya tanggal 3 Oktober 2019 pada Kelompok X11 MIA, ruangan
di mana saya berada. Ia membawakan materi yang bertemakan “Manajemen
Pengelolaan Mading. Sebelum menjelaskan materi Sekretaris PGRI Kabupaten Flores
Timur ini, terlebih dahulu memberitahukan kriteria yang harus kami penuhi
selama berada di ruangan tersebut.
Waktu terus mengalir, Pak Maksimus Masan Kian, berhasil
membangkitkan semangat Literasi Siswa SMAN 1 Adonara Barat. Ia memaparkan bakat
dan pengalaman selama menjadi penulis. Saya sendiri merasa sangat termotivasi, dan
muncul keinginan untuk menjadi seperti beliau.
Siapa yang tidak ingin seperti pak Maksi? Seorang guru
kampung yang kenal khalayak ramai, hanya dengan menulis. “Berbagai hal hebat
dapat dilakukan bermula dari menulis. Kamu akan terbang ke mana saja kamu mau,
kamu akan menginjakan kaki di mana saja yang kamu inginkan, jika mulai saat
ini, kami mulai belajar dan tekun untuk menulis,”kata Pak Maksi.
Pa Maksi mendapatkan banyak penghargaan dan pengalaman
yang sangat berkesan. Dari pengalaman tersebut, membuat saya lebih percaya diri
untuk menulis, tanpa harus ragu-ragu atau malu.
Tak di sangka, selain hebat, pak Maksimus Masan Kian
juga termasuk orang yang humoris. Diselah ia memberikan materi, banyak cerita
humor yang mampu membuat kami tetap bersemangat. Suasana di ruangan juga tidak
tegang. Guru pada SMPN 1 Lewolema ini mengajarkan banyak hal, salah satunya
adalah keberanian dalam berbicara, serta mengajak kami untuk bercinta dengan menulis.
Karena di batasi oleh waktu, Pak Maksi akhirnya
menyelesaikan materinya. Saat detik-detik terakhir, karena bangga bertemu
dengan penukis terkenal sepertinya, saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan
tersebut. Dengan percaya diri, saya mengajak Pak Maksi untuk berpose bersama. Setelah
selesai berpose, kami pun berpamitan untuk pulang.Sebuah pengalaman yang
tentunya tidak akan muda untuk dilupakan!
Penulis : Nur Alifah Ensa Putri Manuk (Siswa SMAN 1
Adonara Barat)

Komentar
Posting Komentar